Pelatihan Mengolah Batu Mulia Indonesia menjadi Bernilai Ekonomi dan Seni yang Elegan

Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah ruah dan sangat menakjubkan. Banyak hasil tambang mulai dari minyak bumi sampai kerikil bahan bangunan dapat ditemukan dari berbagai tempat di Zamrud Khatulistiwa ini.
Pulau-pulau Indonesia terbentuk dari tiga lempeng benua sehingga kaya akan ragam jenis sumber daya alamnya, termasuk dengan kekayaan ragam batu mulia dan fosil kayu. Namun, sumber daya alam tersebut belum diolah dan dimanfaatkan dengan maksimal. Oleh karena itu, pelatihan pengolahan batu mulia sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah dari batu mulia dan fosil kayu yang selama ini diekspor ke luar negeri dalam bentuk bahan mentah yang murah menjadi barang antik yang bernilai ekonomi dan seni yang tinggi.petaGambar.1 Ilustrasi tiga lempeng tektonik yang melingkupi pulau-pulau di Indonesia

Maksud dari kegiatan pelatihan ini adalah setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan bisa memanfaatkan potensi dan mengolah batu mulia di Indonesia. Adapun tujuan khusus pelatihan ini adalah agar peserta diklat mampu mengenal potensi dan prospek batu mulia, memahami proses dan pengolahan batu mulia, dan mengenal jenis geologi batu mulia.

Kegiatan “ Pelatihan Pengolahan Batu Mulia” ini terdiri dari empat sesi yaitu:
1. Acara Pembukaan dan Penyampaian Materi di Kelas
Hari pertama kegiatan ini adalah pembukaan dan penyampaian materi dasar mengenai batuan mulia. Materi mencakup dari proses geologi pembentukan batuan mulia, jenis-jenis batu mulia, pengenalan alat pengolahan batuan mulia dan ditutup dengan materi mengenai tahapan pengerjaan pengolahannya.

gambar 2Gambar. 2 Beragam contoh batuan mulia baik asli maupun buatan yang dibawa ke kelas oleh Pemateri, Ir. Sujatmiko, Dipl. Ing.

Ir. Sujatmiko, Dipl. Ing., membawa beragam jenis olahan batuan mulia baik yang asli maupun yang palsu untuk dijadikan model dalam proses penyampaian materi kepada seluruh peserta diklat. Sehingga para peserta diklat bisa langsung menangkap dan menyerap materi yang disampaikan di kelas.

Kemudian ditunjukkan pula batuan yang belum diolah, yang awalnya kelihatan biasa saja, bahkan cenderung kurang menarik dan permukaannya kasar tetapi setelah di poles menjadi karya yang luar biasa cantiknya. Penyampaian materi pada sesi pertama ditutup dengan rasa penasaran seluruh peserta diklat, sehingga tidak sabar menunggu sesi berikutnya, yaitu langsung ke workshop Ir. Sujatmiko, Dipl. Ing., dengan melakukan praktik langsung mengolah kerajinan batuan.

2. Orientasi dan Workshop Proses Pengolahan Batu Mulia

Kegiatan orientasi dan workshop ini dilaksakan di Pasir Luhur, Padasuka, yang langsung dibimbing oleh Ir. Sujatmiko, Dipl. Ing., yang merupakan owner dari GEM – AFIA GROUP. Seluruh peserta diberikan penjelasan dan diajak keliling untuk melihat berbagai koleksi jenis dan asal batuan yang dimiliki oleh GEM – AFIA GROUP. Kemudian ditunjukkan pula peralatan – peralatan yang digunakan untuk mengolah batu mulia menjadi barang berharga yang cantik, antik dan unik.

gambar 3Gambar. 3 Foto beragam batuan mentah yang siap diolah untuk dijadikan kerajinan batu (atas). Batuan yang telah dipotong-potong menjadi kepingan(bawah).

Selanjutnya, seluruh peserta diklat dibagi menjadi tiga kelompok kecil dan mulai praktik membuat liontin, cincin, dasi koboy dan souvenir untuk sertifikat. Tahapan awal adalah memilih batuan yang akan diolah. Batuan yang awalnya masih berupa bongkahan di potong-potong menjadi kepingan dengan ketebalan yang sesuai dengan kebutuhan. Setelah dipotong biasanya akan lebih terlihat motif dari batuan tersebut. Pilih yang paling menarik agar hasil akhir yang di dapat juga cantik.

Setelah di potong, tahapan selanjutnya adalah merapikan dan menghaluskan sisi batuan dengan gerinda. Selain merapikan, tahapan ini juga berguna untuk mengeluarkan motif batuan yang sesungguhnya dengan mengupas lapisan luar batuan. Pada awalnya semua peserta dibimbing oleh para instruktur yang berpengalaman dalam menggunakan mesin – mesin peralatan yang digunakan untuk mengolah batu mulia. Setelah itu, peserta langsung bisa mengoperasikan sendiri.

gambar 4Gambar. 4 Foto proses teknik memotong bahan baku batu mulia dan menghaluskan batu mulia.

Setelah batu mulia digerinda, masuk ke tahap pengamplasan. Tahapan ini berguna untuk menghaluskan tekstur batuan agar mengkilat. Ada beberapa putaran amplas dengan tingkatan yang berbeda. Dari kasar hingga halus. Semakin halus kita mengamplas, maka hasilnya akan semakin mengkilat. Para instruktur dengan penuh kesabaran mengajarkan cara mengamplas yang baik dan benar, serta menunjukan bagian mana yang masih kasar dan perlu diamplas, dan pengarahan-pengarahan lainnya yang berkaitan dengan proses pengolahan batu mulia.

gambar 5Gambar. 5 Foto proses teknik mengamplas batu mulia dari amplas yang kasar sampai amplas yang paling halus.

Setelah tahapan amplas selesai maka tahapan yang terakhir dalam rangkaian proses pengolahan batu mulia, yaitu poles. Tahapan ini melapisi batuan dengan cairan tertentu kemudian digosok sehingga permukaan lebih mengkilat biasanya menggunakan cairan alumina atau batu hijau.

gambar 6Gambar. 6 Foto proses pemolesan batu mulia.

Untuk selanjutnya dapat dikreasikan menjadi bermacam-macam kerajinan, seperti: cincin, liontin, gantungan kunci, plakat, sertifikat, dan sebagainya. Ternyata dengan pengolahan yang sangat sederhana dan semua orang pasti bisa melakukannya, batuan mulia yang pada awalnya kurang menarik setelah diolah menjadi batu mulia yang cantik dan elegan sehingga bisa meningkatkan nilai jual dari batuan itu sendiri. Jika dijual kiloan, bahan mentah batuan tersebut mungkin cuma Rp.1000 – Rp.3000 (seperti: batu onyx, jasper, gipsum, dan sebagainya).

Dengan pengolahan secara sederhana, mungkin 100gr bagian dari batuan tersebut bisa diolah menjadi aneka kerajinan yang memiliki nilai jual berkali-kali lipat dari harga awal. Sudah saatnya Indonesia berhenti menjual kekayaan alamnya dalam bentuk bahan mentah yang harganya murah. Sumber daya manusia yang melimpah harus dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kekayaan negara ini. Untuk itu, pelatihan seperti ini harusnya disosialisasikan ke masyakarat luas dan adanya support dari pemerintah untuk para perajin batuan.

3. Orientasi Pengolahan Fosil Kayu
Kegiatan orientasi fosil kayu ini dilaksakan di Cisolok, Sukabumi, yang langsung dibimbing oleh Pak Iman, pengrajin fosil kayu. Seluruh peserta diberikan penjelasan dan diajak keliling untuk melihat berbagai koleksi dan asal dari fosil kayu yang berhasil dikoleksi Pak Iman. Kemudian ditunjukkan pula peralatan – peralatan yang digunakan untuk mengolah fosil kayu menjadi barang berharga yang antik dan unik.

gambar 7Gambar. 7 Foto salah seorang pengrajin yang sedang mengamplas fosil kayu.

4. Seminar dan Penutup
Pada sesi terakhir dari kegiatan pelatihan ini, peserta diharuskan membuat laporan dan mempresentasikannya di depan peserta yang lain dan panitia serta dibuka sesi tanya jawab. Setelah itu acara penutup dan foto bersama.

gambar 8Gambar. 8 Foto presentasi dalam kegiatan Pelatihan Pengolahan Batu Mulia di Cisolok, Sukabumi.

gambar 9Gambar.9 Foto produk batu mulia setelah diolah

gambar 10Gambar.10 Foto berbagai produk fosil kayu setelah diolah

4 thoughts on “Pelatihan Mengolah Batu Mulia Indonesia menjadi Bernilai Ekonomi dan Seni yang Elegan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s