HUBUNGAN KEBAKARAN DENGAN ILMU FISIKA

Oleh

Rima Dianasari

KELAS X-A FARMASI SMK NUSA BHAKTI BANDUNG

Sebelum meninjau lebih lanjut mengenai hubungan kebakaran dengan ilmu fisika, alangkah baiknya kita membahas mengenai kebakaran terlebih dahulu. Saya akan memberikan pengertian kebakaran terlebih dahulu. Ada tiga sumber yang mengatakan mengenai kebakaran diantaranya:

1.Definisi kebakaran menurut Depnaker :

“Suatu reaksi oksidasi eksotermis yang berlangsung dengan cepat dari suatu bahan bakar yang disertai dengan timbulnya api atau penyalaan”.

2.Definisi kebakaran menurut pengertian Asuransi secara umum :

“Sesuatu yang benar-benar terbakar yang seharusnya tidak terbakar dan dibuktikan dengan adanya nyala api secara nyata, terjadi secara tidak sengaja, tiba-tiba serta menimbulkan kecelakaan atau kerugian.”

3.Definisi kebakaran menurut PERDA DKI 1992:

Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang tidak kita kehendaki, merugikan pada umumnya sukar dikendalikan.

Klasifikasi kebakaran:

Klasifikasi kebakaran adalah penggolongan atau pembagian atas kebakaran berdasarkan pada jenis benda atau bahan yang terbakar. Dengan adanya klasifikasikebakaran tersebut diharapkan akan lebih mudah atau lebih cepat dan lebih tepat mengadakan pemilihan media pemadaman yang akan digunakan untuk melaksanakan pemadaman.

Menurut Perda DKI (1992) klasifikasi kebakaran sesuai dengan bahan bakar yang terbakar dan bahan pemadaman untuk masing-masing kelas yaitu :

Kelas A

Adalah kebakaran pada  bahan yang mudah terbakar misalnya : kertas, kayu, maupun plastik. Cara mengatasinya yaitu bisa dengan menggunakan air untuk menurunkan suhunya sampai di bawah titik penyulutan, serbuk kering untuk mematikan proses pembakaran atau menggunakan halogen untuk memutuskan reaksi berantai kebakaran.

Kelas B

Kebakaran pada kelas ini adalah yang melibatkan bahan cairan combustible dengan cairan flammable, seperti: bensin, minyak tanah, dan bahan serupa lainnya. Cara mengatasi kebakaran ini yaitu dengan bahan foam.

Kelas C

Adalah kebakaran yang disebabkan oleh listrik yang bertegangan untuk mengatasinya yaitu dengan menggunakan bahan pemadaman kebakaran non kondusif agar terhindar dari sengatan listrik.

Kelas D

Kebakaran pada bahan logam yang mudah terbakar seperti titanium, alumunium,magnesium, dan kalium. Cara mengatasinya  yaitu dengan powder khusus untuk kelas ini.

Pengertian fisika secara sederhana adalah ilmu yang mempelajari suatu zat dan energi atau zat dan gerakan.Perubahan fisika adalah perubahan pada zat yang tidak disertai terjadinya zat yang lain jenisnya.  Contoh : beras menjadi tepung.

Peristiwa Fisika:  Tidak menghasilkan zat yang baru dan tidak bersifat kekal.

Fisika yang biasa disebut ilmu alam ialah bidang IPA yang mempelajari zat dan energi. Ilmu kimia mempelajari juga zat dan energy, namun berbeda dengan fisika. Dalam ilmu kimia kita mempelajari zat-zat dari segi : Strukturnya, susunannya atau komposisinya, perubahan susunannya dan mekanisme perubahan itu, dan perubahan energi yang menyertainya. Semua perubahan kimia atau reaksi kimia disertai perubahan energi, atau dengan kata lain, pada tiap-tiap reaksi kimia terjadi pengambilan atau pembebasan energi. Karena itu fisika dan ilmu kimia sangat erat hubungannya. Dalam suatu peristiwa kebakaran sering kita lihat dimana akibat peristiwa tersebut akan timbul antara lain : asap, panas, nyala, gas-gas beracun (CO, CO2,SO2) dll).Selain itu peristiwa kebakaran adalah peristiwa bersifat kekal, maksudnya sesudah kebakaran terjadi tidak bisa dikembalikan lagi kedalam bentuk semula (sebelum terjadi kebakaran).

Api didefinisikan adalah suatu reaksi kimia yang sering disebut dengan istilah pembakaran, sedangkan pembakaran yaitu proses oksidasi yang berjalan dengan sangat cepat dari suatu zat yang dapat terbakar dengan mengeluarkan energi dalam bentuk panas dan cahaya. Untuk bisa terjadi api diperlukan tiga unsur, yaitu:

1. Bahan bakar (fuel)

2. Zat asam arang (oksigen)

3. Sumber panas (heat)

Apabila ketiga unsur tersebut disatukan bukan berarti langsung dapat menimbulkan api, namun ketiganya harus pada porsi atau ukuran yang tepat.

Kebakaran yang sering terjadi umumnya disebabkan oleh gangguan listrik. Kebakaran yang terjadi akibat listrik dalam ilmu fisika dapat dikaitkan dengan listrik statis. Listrik tersusun atas partikel-partikel seperti elektron dan proton yang saling berikatan melalui gaya listrik. Cahaya adalah gelombang yang tersusun atas pola-pola gaya listrik dan magnet. Satuan kuat arus listrik adalah “ampere” (disingkat A). Satu ampere adalah kuat arus tetap yang jika dialirkan melalui dua buah kawat yang sejajar dan sangat panjang, dengan tebal yang dapat diabaikan dan diletakkan pada jarak pisah 1 meter dalam vakum, menghasilkan gaya 2 × 10-7 newton pada setiap meter kawat.

Kebakaran listrik  diduga karena ada kabel yang tidak memenuhi syarat hingga menyebabkan ada kabel yang terkelupas akibat salah satu kabel yang terkelupas yaitu terjadi konsleting listrik. Kabel yang bermuatan listrik positif bersentuhan dengan listrik bermuatan negatif, itu bisa menimbulkan arus pendek (konsleting) terjadinya bisa saja api keluar dari stop kontak atau dari meteran yang meledak . Hubungan arus pendek belum tentu terjadi kebakaran kalau perangkat listrik tersebut diberi pengaman/alat otomatis.

Hubungan pendek arus listrik terjadi karena listrik melalui jalur yang nyaris tanpa hambatan. Ibarat kita mengendarai mobil,ada dua  jalur, yang penuh kendaraan dan yang kosong,pasti kita lebih memilih jalur kosong agar tidak macet. Begitu juga arus listrik yang mengalir melewati jalur yang pendek hampir tanpa hambatan. Bila terjadi hubungan singkat, arus berlebihan mengalir karena tidak dihalangi oleh hambatan. Tapi hal ini dapat dicegah oleh sekering yang akan putus jika terjadi hubungan singkat. Rangkaian menjadi terbuka dan kebakaran pun dapat dicegah.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s