Sesuatu yang lebih tajam dari pada pedang bahkan sinar laser sekalipun….

Pada jaman dahulu kala diceritakan bahwa ada seorang penebang pohon yang bersahabat karib dengan seekor singa.Setiap siang hari, Si penebang pohon makan siang dan duduk-duduk di pinggir hutan di tepi sebuah selokan.Saat itulah, seekor singa yang menjadi temannya keluar dari hutan dan berbaring disampingnya untuk berbincang dari hati ke hati.  Cie…ile…🙂

Suatu ketika, si penebang pohon berkata kepada singa itu, ” Sahabatku tolong kamu agak
menjauh. Mulutmu bau sekali sampai aku mau muntah & tidak bisa menelan makanan ini”.

Sang raja hutan sangat marah, bangkit & dengan ganas menyerang penebang pohon yang kurang ajar itu.Sehingga ia hampir mati. Tapi anehnya, Si penebang pohon dengan luka-luka disekujur tubuhnya itu masih bisa pulang ke kampung halamannya.

Sekian bulan berikutnya, Si penebang pohon sembuh, dan kembali bekerja menebang pohon di hutan seperti biasanya. Ketika waktu makan siang tiba, dia pergi ke tempat yang biasanya. Tak lama kemudian, sang singa berjalan gontai keluar dari hutan.

Si penebang pohon berkata, ” Aku senang sekali bisa bertemu lagi denganmu. Aku merindukanmu, selama berbulan-bulan, selama aku tak bekerja. Lihatlah, tak ada luka
ditubuhku, seluruh lukaku sudah sembuh”.

Sang singa menimpali dengan perasaan sedih, ” Tapi luka yang ku derita akibat lidahmu yang tajam masih mengucurkan darah. Kata – kata kasarmu masih terasa menyakitkan”.

~The End~

Hikmah dari cerita di atas:

Sahabat tahukah kita, akibat lidah yang tidak bertulang ini, satu negara dengan negara lainnya yang tadinya bersahabat bisa terjadi berperang.Antar tetangga bisa saling membunuh. seorang kakak membunuh adiknya. Seorang preman di terminal membunuh temannya dan banyak lagi
kasus2 yang lainnya yang sering kita temui dalam kehidupan sehari2. Padahal hanya dengan kata-kata yang sederhana.

Tetapi sebaliknya kalau lidah itu kita kendalikan dengan baik & proposional bisa membangkitkan semangat bahkan bisa menyatukan pulau2 kecil seperti halnya yang dilakukan oleh orator kita, Ir. Soekarno dan banyak lagi contoh yang lainnya

Orang bilang , diam itu emas, tetapi dalam arti lebih baik daripada omong kosong dan pernyataan yang menyakitkan. Manfaat dari hemat kata adalah kita bisa mendengarkan dan belajar dari orang lain. Sebab, orang yang nyerocos terus tak hanya akan membosankan tetapi juga kehilangan kesempatan untuk belajar dari orang lain.

Kita memiliki dua telinga dan satu lidah maka seharusnya lebih banyak mendengar daripada
berbicara.

Marilah kita belajar untuk me-manage lidah ini dan semoga Tuhan YME senantiasa membimbing dan menjaga lidah ini untuk hal2 yang bermanfaat dan sesuai dengan apa yang di ridhoi-Nya. Amiin….

Maafkan sahabat kalau lidahku ini telah membuat hatimu tersakiti…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s